Monday, February 27, 2017

Nihongo No Tekisuto (Muchlis V. Pora)

Lanjutan review pekan kemarin. Kan ada tiga buku tuh ceritanya, ini juga termasuk dari buku yang ditraktir sama ibu dan bibi di palasari.

Judul: Nihongo No Tekisuto
Penulis: Muchlis V. Pora
Penerbit: Kesaint Blanc
Tahun terbit: 2006
Jumlah halaman: 111
Dimensi: 13 cm X 20 cm
Harga: Rp 20.000

Buku ini memuat bunpoo (tata bahasa), ungkapan sehari-hari, beberapa kaiwa (percakapan), latihan soal, serta daftar goi (kosakata).

Untuk buku yang memiliki dimensi cukup kecil dan sedikit halaman, saya cukup menyukai isinya. Terutama ungkapan sehari-hari, goi dan kaiwanya.

Ungkapan sehari-hari yang membuat saya lebih enjoy seperti nonton anime. Ya, ungkapannya tidak formal,

Tuesday, February 21, 2017

The Secret of Signature (Listiani Aslim, MBA., CBA., CMHA.)

Saya sudah tertarik dengan grafologi dari SMP semenjak baca novel Sherlock dan ada analisis tentang tulisan tangan di kasus The Adventure of the Raigate Squire dan The Adventure of the Norwood Builder. Saya penasaran benarkah tulisan tangan anak ada kecenderungan dengan tulisan tangan orang tuanya? Benarkah tulisan tangan bisa menunjukkan kepribadian seseorang atau kondisi lingkungan orang saat menulisnya? 

Ketertarikan saya bertambah saat guru sastra saya di SMA menganalisis hal-hal detail tentang saya melalui tulisan tangan saya. Saya malu juga saat beliau mengungkapkan analisisnya di depan kelas. Teman-teman sekelas waktu itu banyak yang melongo tidak percaya. Saat beliau ke luar kelas dan teman-teman bertanya penuh penasaran pada saya, dengan tegas saya menolak kebenaran analisis itu padahal dalam hati mengakui sebagian besar kebenarannya.

Saat kuliah seorang pembicara yang sering saya undang untuk mengisi pelatihan di kegiatan organisasi juga mempelajari dan menjadi pakar grafologi yang dikhususkan pada tanda tangan makin membuat saya penasaran. Apakah ilmu grafologi ini benar-benar bisa diterapkan? Sejauh mana pengaruh grafologi pada kehidupan manusia? 

Jadi saat ke Palasari dan ada yang berniat mentraktir saya buku, saya pilih buku ini yang kebetulan judulnya tertangkap mata saya. Waktu itu saya dan ibu jalan-jalan (lupa ke mana) dengan bibi dan sepupu. Pulangnya bibi mampir ke palasari mencari buku latihan UN untuk anaknya. Saat itu saya sedih harus ke toko buku tapi saldo di dompet saya sedang tidak mendukung. Ibu saya sepertinya menangkap ratapan kesedihan saya. Tiba-tiba ibu

Monday, February 13, 2017

Poconggg Juga Pocong (@Poconggg)

Buku ini sebenarnya aneh. Ya aneh juga saya mau beli buku aneh gini. Sejarahnya dulu pas waktu kuliah saya mampir di salah satu mini market deket kampus buat beli roti karena pagi itu ga sempet sarapan. Dan saya ga bisa engga, wajib harus kudu sarapan. Kalau kelewat sarapan biasanya langsung tepar, jadi lebih baik telat aktivitas daripada telat sarapan karena aktivitas saya akan berantakan kalau sarapan lewat. Tapi waktu itu saking buru-burunya takut macet dan ga boleh telat ke kampus, jadi saya ga sarapan di rumah.

Setelah ngambil roti dan hendak ke kasir, saya melirik rak buku sejenak. Lho, kok di mini market ada rak buku? Karena masih ada antrian di kasir, jadi saya sempetin liat-liat isi rak buku. Dan nemu buku ini. Waktu itu saya mengernyit saat baca judulnya, terus baca cover belakangnya.

Enggak tau kenapa tiba-tiba teringat teman sekelas saya di SMA. Dia punya phobia sama yang namanya "Pocong". Ya mungkin rakyat Indonesia yang pernah nonton film horror pasti punya kesan menakutkan tersendiri terhadap salah satu tokoh hantu lokal Indonesia yang satu ini. Padahal kita umat muslim pasti didandanin kayak gini kan kalau ntar meninggal. -_-"Tapi temen saya ini yang nama panggilannya Gwen dan bercita-cita ingin jadi artis kalau tidak ada aral melintang, tingkat ketakutannya sangat berlebihan. Dia akan langsung jerit-jerit dan nangis kalau ada yang mengucapkan kata "Pocong" atau menunjukkan gambar pocong di dekatnya. Jadi apa hubungannya saya beli ini sama Gwen? Ya, niatnya sih pengen nyuruh dia baca buku ini biar dia ga terlalu phobia. Kenapa?

Tuesday, February 7, 2017

Asas-Asas Katakana (Anne Matsumoto Stewart)


Buku ini sangat bermanfaat bagi saya dan orang-orang yang ingin menguasai katakana dengan mudah. Menurut saya katakana memang lebih mudah daripada kanji. Tapi lebih sulit dibandingkan hiragana. Itu karena katakana yang fungsinya untuk menuliskan kosakata asing mempunyai lebih banyak karakter dan kombinasi huruf daripada hiragana.

Waktu itu saya menemukan buku ini di rak buku bibi saya. Bibi saya guru Biologi, tapi temannya meminjamkan buku ini. Saya heran juga bibi saya belajar tentang B. Jepang. Lalu saya pinjam dan latihan menulis sesuai buku ini. Benar-benar terasa mudah.

Anatomi buku ini:
Judul: Asas-Asas Katakana
Judul asli: All About Katakana
Penulis: Anne Matsumoto Stewart
Penerjemah: Nasir Ramli
Penerbit: Kesaint Blanc Oriental
Penerbit asal: Kodansha International
Tahun terbit: 1996
Jumlah halaman: 196