Monday, May 3, 2021

Berbenah Sadis (Rika Subana)


Okey, buku ini belum ada sebenarnya. Jadi saya tidak bisa mereviewnya sekarang. Tapiiii.. Dapat bocoran dari penulisnya yang merupakan Top Mentor KBS (Kelas Berbenah Sadis) bahwa isi buku ini 90% materi KBS. Jadi tentu saja saya bisa meraba-raba seperti apa isinya. 😁

Dan saya sangat merekomendasikan buku ini sama seperti merekomendasikan kelasnya. Bagaimanapun juga saya tidak bisa spoiler materi kelasnya. Jadi, saya kasih blurb buku ini saja ya. 🤭

BLURB BERBENAH SADIS
 
Semua orang pasti mau berada di  rumah yang rapi, bersih, dan nyaman sepanjang hari. Namun, berapa kali pun berbenah, rumah tak kunjung rapi, kadang hanya bertahan sebentar. 

Banyak alasan yang menghalangi kerapian rumah, dari anak-anak yang tak berhenti beraktivitas, waktu yang tak cukup, banyaknya barang, juga ketidakkonsistenan untuk melakukannya. Rumah yang rapi pun akhirnya menjadi sekadar impian karena terasa sulit dilakukan. 

Tahukah Anda bahwa berbenah adalah salah satu cara untuk mencintai diri sendiri. Berbenah dapat menciptakan ruang yang membuat orang dapat merasa bahagia di dalamnya. Dan, ternyata, berbenah tak sesulit yang kita bayangkan, justru gampang dan menyenangkan, jika kita tahu caranya. 

Buku ini akan menemani Anda berpikir ulang tentang berbenah rumah. Menemani mencari fondasi yang tepat untuk memilah barang, juga memberikan berbagai tips agar pekerjaan berbenah tak sekadar jadi rencana. 

Semua yang ada dalam buku ini sudah berhasil dipraktikkan oleh lebih dari seribu lulusan Kelas Berbenah Sadis yang diasuh oleh Rika Subana. 

Kini, giliran Anda mempraktikkannya!


Nah, itu blurbnya. Gimana? Penasaran?

INFO PENTING PO BUKU BERBENAH SADIS

Pre Order: 3 - 21 Mei 2021
Harga buku: Rp69.000 (Pulau Jawa), Rp79.000 (Luar Pulau Jawa)

Spesifikasi
- Ukuran: 13 x 19 cm
- Jumlah halaman: perkiraan 180 halaman 
- Bahan isi: BP 57,5 gram
- Bahan cover: Art Cartoon (AC) 230 gram (laminating doft, spot UV, emboss), 4/4 
- Pembatas buku: 4 x 15 cm, bahan AC 230 gram (doft, 4/0)

Bonus: Bloknot dan tanda tangan
Berat buku: sekitar 200 gram
Estimasi ready: Sekitar pertengahan Juni 2021

Yang berminat untuk ikut Pre-Order buku ini bisa wapri saya wa.me/+6281312149774. Untuk yang tinggal di luar Jawa Barat nanti saya arahkan ke marketer terdekat agar ongkirnya lebih terjangkau. Atau mau tanya-tanya tentang kelasnya juga boleeeeeeh. 😘

Bulan Juni insya Allah saya perbaharui review buku ini ya. Gak sabar pengen baca bukunya. 🤩

40 comments:

  1. Menarik sebagai sebuah buku bagi pegiat literasi, buat melengkapi perpustakaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan hanya untuk melengkapi perpustakaan Pak, tapi untuk dipraktekkan. Mau ikut kelasnya juga? Ada tiga orang bapak-bapak yang sudah berhasil lulus dari kelas. Rata-rata bapak-bapak gugur sebelum wisuda kelas. 😁

      Delete
  2. Selama pandemi berbenah tapi mandeg lagi hiks...ga tegaan dengan barang kenangan (halah)
    Perlu nih ikut kelas atau baca bukunya. Setuju jika, berbenah dapat menciptakan ruang yang membuat orang dapat merasa bahagia di dalamnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk ikutan Mbak. Ada batch 19 setelah lebaran. 🤩

      Delete
  3. Ini mirip sama konsep yg orang Jepang itu sih gak mba? Hehehe. Berbenah sadis ini kayaknya cukup ekstrem ya. Maksudnya ekstrem adalah bener-bener harus 'tega' berbenahnya. Amit-amit, jangan sampai hoarding, sayang sama semua barang sampai yg gak kepake pun masih disimpan. Menarik karena buku ini ditulis sama penulis Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya iya Mbak. Dulu kita merujuk pada Konmari dan Fumio Sasaki. Tapi sekarang sudah berkembang kurikulumnya dan Kelas Berbenah Sadis sudah punya identitas dan kekhasan sendiri. SaDis di sini akronim dari Sangat Disiplin. Teh Rika Subana adalah Top Mentor dan Founder Kelas Berbenah Sadis juga. 😁

      Delete
  4. Wah jadi penasaran nih seperti apa ya berbenah sadis. Kalo di rumah kadang numpuk barang-barang 'yang dibuang sayang'. Ada juga kardus-kardus yang isinya rencana mau dibuang tapi belum juga kebuang. Ya gitu deh. PErlu ilmu untuk berbenah rupanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, ilmu itu perlu sekali. Agar berbenah menjadi efektif efisien dibimbing secara intensif selama 20 hari dan hasilnya bisa langsung terlihat di akhir kelas. 😍

      Delete
  5. tentang konsep minimalistnya Fumio sasaki ya?

    padahal dalam agama kita juga ada anjuran untuk berlebihan

    karena setiap barang yang kita miliki akan dihisab di hari akhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada sedikit tentang konsep minimalis Fumio Sasaki. Dan yang paling penting adalah "teknis" yang bisa langsung dipraktekkan sehingga hasil berbenah bisa sangat terlihat.

      Iyes, dalam Islam kita harus menghisab diri sendiri sebelum kelak kita dihisab di hari perhitungan. Aku jadi merinding.

      Delete
  6. Wah aku pengen mba rumah aku itu slalu rapi. Tapi aku punya 2 balita yang bikin rumah aku nggak pernah rapi dan aku kesulitan waktu untuk konsisten pula merapihkannnya hiks 😭. Pengen banget nyewa ART buat bantu bersihin rumah, tapi kalau pandemi gini takut juga datengin orang ke rumah hiks. Jadi penasaran aku ama bukunya. Apakah bisa ditetapin di sikon aku skrg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, yakin deh. Mbak gak butuh ART. Ikut kelasnya yuk? Banyak alumni yang punya balita, bahkan ada yang anaknya sampai tujuh dan delapan dengan usia anak yang tidak terpaut jauh, bisa menerapkan materi di kelas ini. Berbenah pun jadi menyenangkan. Sudah banyak yang membuktikannya dan bisa konsisten karena di KBS para alumni masih berinteraksi di forum alumni dan saling menguatkan untuk terus berbenah. 🤗

      Delete
  7. Hehe, jadi penasaran dengan ulasan buku ini dari kakak..sepertinya menarik ya bukunya karena isinya tentang "berbenah rumah" yang rupanya memang ini sangat sulit dilakukan karena berbagai kesibukan harian. Perlu konsistensi memang dalam hal berbenah rumah dll... Semoga isi buku berbenah sadis ini bisa menjadi jawaban bagi semua orang atas ketidaktahuan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau ikut kelasnya Pak? Sudah ada tiga orang bapak-bapak yang berhasil lulus. 😁

      Delete
  8. saya orang yang sangat mencintai kenangan, sepertinya belum siap untuk berbenah sadis deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa baca dulu buku ini kalau belum siap ikut kelasnya Mbak. Btw, banyak yang ikut kelas awalnya juga sama seperti Mbak, sangat mencintai kenangan.. ☺️

      Delete
  9. Judulnya menohok, berbenah sadis. Jadi inget kakak daku, karena ponakan kan masih kecil ya pasti rumah berantakan. Makanya pas baca ini ya mungkin waktu kakak daku berbenah rumah, jadilah berbenah sadis itu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. SaDis itu akronim dari Sangat Disiplin Mbak. Hehe. Banyak alumni yang berhasil lulus kelas mereka punya jumlah anak yang cukup banyak, tujuh atau delapan anak yang masih kecil. 😁

      Delete
  10. Wah judul kelasnya sadis banget hihi, banyak buku dengan tema merapikan rumahmu versi luar negeri. Semoga buku Berbenah Sadis ini memberikan jawaban untuk pola pikir Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SaDis itu akronim dari Sangat Disiplin Mbak. Iyes, KBS sudah punya kekhasan sendiri dari materi dan kurikulumnya. ☺️

      Delete
  11. Menarik sekali bukunya nih membahas tentang urusan berbenah ya. Tentunya sebagai pribadi perlu lakukan berbenah diri untuk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, saat kita selesai membenahi barang-barang kita, maka kita akan bisa fokus untuk membenahi diri kita. 😘

      Delete
  12. Saya tuh hobi banget beberes. Pekerjaan paling menyenangkan ketimbang harus masak hahaha. Entah ya. Beberes itu bikin hati senang. Apalagi untuk tipe saya yang kurang nyaman dengan barang-barang banyak dan bertumpuk. Jadi pengennya minimalis dan menghindar dari debu.

    Kapan sudah ready dengan review bukunya, share di group ya Mbak. Saya juga jadi ikut penasaran dengan isinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah. Mantep Mbak, sudah ke arah minimalis. Ikutan kelasnya yuk, seru lho. Saya juga udah gak sabar nih nunggu bukunya ready Juni nanti. 😆

      Delete
  13. Jadi konsepnya mirip dengan hidup minimalis ya. AKu pengen banget nih ngikut kelas begini, tapi hiks rasa sayang dengan barang masih besar banget. apa perlu baca buku ini dulu ya biar semangat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk Mbak ikutan kelasnya. Baca bukunya dulu juga boleeeeeeh. Mau langsung dua-duanya, ikutan kelas dan baca bukunya lebih mantap. 😁

      Delete
  14. wah ini buku yg lagi banyak dibicarakan mbak, terutama di komunitas berbenah
    bagi kebanyakan orang beberes itu menyenangkan ya mbak, bisa jadi stress realize juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat yang sudah ikutan KBSE, yang asalnya gak suka berbenah jadi seneng berbenah Mbak. Insya Allah buku ini juga bisa mengubah pembaca yang awalnya malas berbenah jadi rajiiiiin. 😘

      Delete
  15. Wah, mari berbebah....
    Baca bukunya n praktek langsung ini mah, cocok rumah saya perlu dibenahi haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk Bang Sani ikutan kelasnya juga sekalian. Sudah ada tiga orang bapak-bapak yang berhasil lulus dari kelas yang sadis ini lho. Siapa tau Bang Sani jadi bapak-bapak ke empat. 😆

      Delete
  16. Ahahah... aku nunggu bukunya terbit aja nih biar ada review yang beneran. Aku pribadi nggak pengen ikutan kelas Rika, tapi pengen juga baca bukunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana-gimana Mbak Retno? Pengen atau gak pengen. Hihihi. Hayuk cobain ikutan kelasnya. 😁

      Delete
  17. Sejak mengerti bahwa barang yang kita miliki itu bakal dihisab kelak, akhirnya beberes isi rumah. Nggak ada lagi lah sayang buang benda kenangan apapun itu.

    Tapi misal tidak bisa melakukan beres-beres barang di rumah, memang bisa minta bantuan. Atau ikut komunitas seperti ini, lucu juga namanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap Mbak. 👍🏼
      Sudah ribuan alumni kelasnya Mbak, hayuk ikutan. Btw SaDis itu akronim dari Sangat Disiplin. Hehe.

      Delete
  18. Saya sudah hampir ikut kelas ini. Kemarin itu gagal karena harus pindah. Takut gak bisa ngikutin karena tiap hari ada pr dari kak Rika.
    Jujur ini masih impian saya pengen ikut kelas berbenah sadis ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk atuh jadiin ikut. Tiap bulan insya Allah ada pembukaan batch baru. Ada kelas exclusive juga sekarang yang menjamin kita tetep stay di kelas sampai akhir tanpa ditendang. Tapi kalau mau merasakan sadisnya kelas ini lebih cocok ikut yang reguler. Hehe.

      Delete
  19. Baca judul sama blurbnya kenapa saya merasa tertampar. Bukan cuma rumah saat ada ponakan saja, tapi sekarang pun kamar saya berantakan dan banyak yang harus dibenahi. Ingin beli tapi mau nunggu review mbanya dulu :)

    ReplyDelete
  20. Semek kalau berantakan dan penuh barang. Makanya kita harus bebenah sadis biar bersih sekalian

    ReplyDelete
  21. Judulnya aja berbenah sadis ya. Pasti lumayan ekstrim nih tips-tips berbenah rumah. Kalo saya keknya kebanyakan barang dan perintilan deh, makanya rumah jadi penuh sesak.

    ReplyDelete
  22. Berbenah itu memang ada seninya, tapi ... kalau berbenah sadis,kek mana pulaya itu,hehe.
    Review in lebih dong,kak.

    ReplyDelete